Connect with us

Berita

KRITERIA USIA SISWI/A MENGHALANGI PERAN GENERASI LEBIH MUDA DALAM PEMBANGUNAN BANGSA

Published

on

Jakarta, Jarrakposkaltara.com.
Rabu ( 1/7/2020 ). Aturan kriteria usia proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta mendapat kritik dari Pakar komunikasi Emrus Sihombing, Emrus mengatakan Disadari atau tidak, kebijakan kriteria usia siswi/a saya pastikan menghalangi generasi lebih muda mengambil peran dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

Aturan kriteria usia proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta mendapat kritik, bahkan penolakan dari berbagai kalangan, terutama orang tua murid. Karena itu, menurut hemat saya, kebijakan tersebut sebaiknya dibatalkan atas keadilan pendidikan. Mengapa? Saya berpendapat, setidaknya ada empat hal belum maksimal dilakukan oleh Pemda DKI Jakarta.

Pertama, kebijakan ini tampaknya tidak melalui kajian yang memadai karena masih banyak variabel pendidikan belum menjadi pertimbangan utama, misalnya semangat belajar siswi/a yang bervariasi.

Karena itu, sebaiknya dilakukan terlebih dahulu studi mendalam dan konprehensif dengan melibatkan para pemangku kepentingan, antara lain siswi/a, orang tua murid, pakar pendidikan, dan sebagainya.

Kedua, kebijakan ini bisa jadi tidak melalui sosialisasi yang intensif sehingga menimbulkan penolakan dari kalangan masyarakat yang merasa tidak memperoleh keadilan pendidikan atas kebijakan tersebut. Untuk itu, sebelum kebijakan diberlakukan, mutlak harus dilakukan sosialisasi yang memadai dengan manajemen komunikasi yang baik.

Ketiga, kriteria mengutamakan usia yang lebih tua tidak berkorelasi langsung dengan prestasi akademik siswi/a dalam proses belajar mengajar.

Selain berpotensi melanggar hak asasi manusia dalam memperoleh pendidikan, langsung atau tidak langsung tindakan ini menghalangi generasi yang lebih muda dan berprestasi mengambil peran membangun bangsa dan negara. Sementara setiap negara di dunia berpacu mendorong generasi muda tampil dalam persaingan global. Karena itu,
mengutamakan usia yang lebih tua sebagai kriteria penerimaan siswi/a dibatalkan saja.

Keempat, mengutamakan usia yang lebih tua sekaligus bukti bahwa Pemda DKI Jakarta belum berpihak penuh terhadap pembangunan sektor pendidikan. Jika alasan daya tampung sebagai salah satu dasar penentuan kriteria usia yang lebih tua didahulukan, itu tidak rasional. Gubernur DKI Jakarta harusnya mengedepankan pembiayaan pembangunan pendidikan daripada sektor lain.

Sebab sebagai contoh, biaya puluhan anggota TGUPP, tunjangan dan fasilitas Gubernur dan Wagub, serta Tunjangan Kenerja Daerah (TKD) PNS DKI Jakarta yang sangat fantastis per tahun itu, bisa dialokasikan ke sektor pendidikan. Jadi, keterbatasan daya tampung akan selalu dapat dituntaskan selama periode lima tahunan jabatan Gubernur. Bukan malah membuat kebijakan yang tidak produktif dalam rangka negara ini membangun sumber daya manusia (SDM) yang masa produktifnya lebih panjang.

Kebijakan Dinas Pendidikan DKIJakarta tersebut, menurut saya sebagai contoh kebijakan yang tidak mau berkeringat. Setiap ada masalah, diatasi dengan kebijakan dalam bentuk aturan atau pembatasan. Kalau begini, siapapun bisa jadi kepala daerah atau dinas. Harusnya, menyelesaikan setiap persoalan dengan tindakan program, dalam hal ini membangun sarana dan prasarana pendidikan.

Sumber. :
Emrus Sihombing
Direktur Eksekutif
Lembaga EmrusCorne

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Antisipasi Maling, Satgas TMMD Galakan Patroli Malam

Published

on

By

SUBANG,- Beberapa personel Satgas TMMD ke-108 Kodim 0605/Subang setiap malam rutin melakukan patroli di Wilayah Sasaran TMMD Ke-108 terutama dilokasi pembukaan dan pembuatan jalan baru. Patroli ini dilakukan untuk menciptakan keamanan lingkungan pada malam hari. Terutama mengamankan material dan alat berat.

Danramil 0504/Sagalaherang yang selaku sebagai Dan SSK Satgas TMMD, Kapten Inf Ernawan mengerahkan personel Satgas TMMD untuk melaksanakan patroli malam secara rutin dalam rangka mengantisipasi tindakan kejahatan dan juga menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

“titik-titik patroli dilakukan dimulai dengan melakukan pengontrolan Posko TMMD, Sasaran TMMD seperti di lokasi pembukaan jalan dan pembangunan Rutilahu serta wilayah sekitar Kecamatan Serangpanjang yang merupakan sasaran TMMD Ke-108 Kodim 0605/Subang Tahun 2020”, pungkasnya.

Editor: Ari

Continue Reading

Berita

Pengecatan Rutilahu oleh Satgas TMMD, Memperindah Rumah

Published

on

By

SUBANG,– Hari ke-25 pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-108 Tahun 2020 di wilayah Kodim 0605/Subang, pada pengerjaan sasaran fisik berupa renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) memasuki babak baru yaitu berupa pengecatan dinding rumah. Jumat (24/07/20)

Menurut Komandan SSK Satgas TMMD Ke-108 Kodim 0605/Subang, Kapten Inf Ernawan mengatakan bahwa hari ini renovasi rumah miliki Ibu Nemah (63) di Dusun Kiara Koneng Desa Telagasari Kecamatan Serangpanjang Kabupaten Subang, kini mulai prose pengecatan bagian dinding rumah.

“Ibu Nemah pun sangat bersyukur sudah dibantu TNI untuk merehab rumahnya menjadi layak huni dan ini merupakan wujud pengabdian TNI kepada masyarakat ,” ucap Kapten Ernawan.

Editor : Ari

Continue Reading

Berita

Wabah Virus Corona Kini Tengah Diramaikan Katanya Melalui Udara

Published

on

By

Jakarta, - jarrakposkaltara.com - Saat ini sedang ramai diperbincangkan mengenai penularan virus Corona melalui airborne atau udara khususnya di ruangan tertutup. Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, dr Achmad Yurianto, mengatakan sebaran Corona melalui udara lebih disebabkan oleh mikrodroplet.

"Dari beberapa kali kami mencoba berkomunikasi dengan WHO, sebenarnya kasus ini lebih cenderung disebarkan oleh mikrodroplet," tutur dr Yuri dalam siaran konferensi pers BNPB, Jumat (10/7/2020).

Disebutkan oleh dr Yuri, mikrodroplet adalah droplet yang sangat kecil dan bisa bertahan lama di suatu ruangan apabila tempat tersebut sirkulasi udaranya tidak berjalan dengan baik. Ukuran mikrodroplet yang sangat kecil memungkinkan virus itu beterbangan dan melayang

"Partikel droplet bisa melayang cukup lama di udara sehingga memungkinkan siapapun yang nantinya berada di ruangan dan tidak menggunakan masker atau mengenakan masker tapi tidak tepat, akan sangat mudah tertular," jelasnya, seperti yang di lansir Di Detik.Com.

Untuk mencegah penularan Corona melalui mikrodroplet di tempat tertutup, selain memakai masker, usahakan area tersebut memiliki sirkulasi udara yang baik. Jika memungkinkan, gunakan kipas angin atau exhaust fan agar udara yang ada di dalam ruangan secara berkala diganti oleh angin segar dari luar.

"Sekali lagi kami ingatkan pertama upayakan di semua ruang kerja dijamin sirkulasi udaranya baik. Kalau memungkinkan jendela di buka di pagi hari agar udara bisa masuk," pungkasnya.

Editor : Acep

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 Jarrakposkaltara.com