by

Mari merenung masalah Kalimantan

Bagaimana Nasibnya Orang Hutan di Kalimantan

Kaltara. Jarrakposkaltara. Com/kah

Horor Dari Kalimantan

Seekor induk Orang utang mengajak anaknya yang masih muda untuk keluar dari hutan.

Induknya putus asa, mereka kelaparan. Habitatnya sudah berubah menjadi kebun kelapa sawit.

Dalam lapar, induknya tanpa sadar telah berjalan terlalu jauh hingga mendekati pemukiman penduduk.

Di dalam benaknya dia hanya ingin memberi putrinya makan.

Sampai akhirnya beberapa orang penduduk desa melihat mereka.

Bukannya ucapan selamat datang yang didapat, namun pertemuan ini malah menghasilkan sebuah kisah horor.

Kisah horor diawali dengan lemparan batu bertubi.

Sambil memeluk putrinya, induk orangutan berusaha bertahan.

Sebuah pukulan batang kayu akhirnya membuat sang induk sekarat.

Putrinya berusaha direbut dari pelukannya.
Walau dalam keadaan sekarat sang induk tetap berusaha mempertahankannya.

Sifat dasar Orangutan akan mempertahankan anaknya sampai titik darah penghabisan.

Dipukuli terus-menerus membuatnya semakin sekarat, melemah. Putrinya terlepas.

Induknya kemudian diikat dan diseret oleh beberapa laki-laki untuk ditenggelamkan.

Setelah puas induk Orangutan kemudian diangkat dari sungai, dia masih hidup namun sudah sangat lemah.

Tidak berakhir juga siksa mendera.
Dalam keadaan sekarat dia tetap diikat menjadi satu dengan putrinya yang menjerit-jerit ketakutan kemudian dimasukkan kedalam kandang.

Entah apa yang ada di dalam batok kepala manusia-manusia ini ?

Dua binatang tak berdaya ini dijadikan tontonan sedemikian rupa.

Anak Orangutan tetap menjerit-jerit ketakutan. Merapatkan tubuh ke induknya yang tak sadar.

Sesaat induknya sempat membuka mata, berusaha memeluk putrinya, mungkin berusaha untuk menenangkannya.

Tak berdaya, sampai akhirnya ajal menjemput.

Jadi, bila ada anak Orangutan dipelihara atau diperjual belikan, berarti nun jauh disana ada seekor induk Orangutan mati terbunuh.

Sebagai manusia waras seharusnya kita bisa menepuk dada akan keragaman fauna yang dimiliki.

Hanya kita yang memiliki binatang anggun ini. Negara lain tidak ada yang punya.

Sayangilah mereka, bukan justru bertindak bar-bar dan membunuh mereka satu demi satu.

Manusia sungguh biadab !
Kepada siapa lagi kita harus mengadu ?

Kawan !
Silahkan share agar dunia tahu, pejabat kita tidak tahu, mana yang harus dibina, mana yang harus ditindak ?

Kau Peduli, Aku Lestari !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed